Kiat Menghadapi Demam Euro 2008

Juni 13, 2008 pukul 7:57 am | Ditulis dalam Binpers | 1 Komentar
Tag:

kompas.com

(Warning: Segala kegagalan dan dampak begadang, seperti ketiduran, kesiangan, dan kecanduan (bola), menjadi resiko sendiri).

Euphoria Euro 2008 menyebar luas. Yah, bulan ini mungkin bisa sejenak melupakan segenap kepenatan dan kesulitan hidup, sebelum para orangtua dipusingkan lagi dengan kelanjutan sekolah putra-putrinya di tahun ajaran baru. Bermacam pernik Euro seperti kaos kesebelasan dan semacamnya laris. Konon pembelian televisi juga meningkat. Mungkin termasuk juga yang beli genset, karena mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik PLN bergilir yang masih terus bergulir.

Pemain sepakbola yang baik, tentu akan dilarang untuk begadang oleh pelatihnya, untuk menjaga kondisi. Tetapi bagi pecinta sepakbola, seringkali harus begadang untuk menonton pertandingan tim favoritnya, yang kadang berlangsung di belahan bumi lain, dalam zona waktu yang berbeda. Dulu keponakan saya yang masih kecil, yang terbangun karena ramainya orang nonton piala dunia, nyeletuk, “Om, itu pemain bola di piala dunia pasti hebat-hebat. Di sini orang-orang masih tidur nyenyak, kok di sana mereka sudah pada main bola, ya?”

Euro 2008 datang, artinya musim begadang bersemi kembali. Mereka yang sudah berkeluarga mungkin perlu berkompromi bila ternyata pasangannya bukan termasuk penggila bola. Mungkin saja jadwal rutin “acara suami istri” dapat sedikit terganggu. Tapi bisa jadi perlu juga waspada, jika istri sampeyan yang tadinya nggak suka bola, tiba-tiba jadi getol nonton bola. Siapa tahu dia bukannya tertarik dengan permainannya, tetapi kepincut dengan tampang para pemainnya .. he .. he…

Yang kebetulan tinggal di kost, dan bukan penggemar bola, mungkin akan terganggu istirahat malamnya. Soalnya tiap ada gol atau peluang emas, pasti suasana di lingkungan kost menjadi hingar bingar. Ya harus siap-siap tutup kuping pakai bantal.

Berikut sejumlah alternatif trik dan strategi begadang agar tidak terlewat pertandingan yang ditunggu:

1. Tidur lebih awal. Jangan lupa stel alarm jam atau weker. Bisa pula minta di-misscall oleh rekan anda.

2. Menyetel tv dengan timer otomatis, agar menyala pada saat yang ditentukan nanti. Sebaiknya tidak dilakukan bila ada anggota keluarga yang suka jantungan, soalnya bisa kaget karena tv nyala sendiri malam-malam.

3. Ngopi sambil menunggu pertandingan. Dengan resiko, selesai nonton akan kesulitan tidur juga, terutama bila kesebelasan favorit sampeyan kalah.

4. Nobar alias nonton bareng. Tidak perlu harus di cafe atau hotel dengan biaya mahal, cukup bersama rekan-rekan sesama pecinta bola. Yang penting siapkan konsumsi secukupnya. Sejumlah “makanan keras” semacam alen-alen, lanting, untir-untir, kacang, dan kwaci bisa dijadikan altenatif pilihan yang cukup hemat. Sebaiknya tidak disajikan dalam kondisi mlempem, meski bakalan lebih awet lagi.

5. Mengisi waktu menunggu pertandingan dengan baca artikel dan kirim-kirim komentar di Koki. Kemungkinan traffic Koki akan banyak peningkatan tiap menjelang jadwal pertandingan. Jangan lupa sebelum pertandingan dimulai sempatkan dulu untuk pipis. Soalnya bila terjadi gol pas anda tinggal sebentar ke belakang, rasanya nggondhok banget kelewat gol yang dinanti-nanti.

Bagaimana kalau seandainya kesebelasan favorit panjenengan tersisih dan gagal melanjutkan ke babak berikutnya?

Tak perlu terlalu bersedih, menjadi penonton netral justru lebih menarik. Tak peduli bola bergerak ke gawang yang mana, bawaannya asyik aja, pokoknya asal banyak gol tercipta.

Baiklah teman-teman, bagaimana dengan metode begadang panjenengan? Masih ingat kan lagunya bang haji Rhoma Irama, “Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja oo.. asal ada perlunya.

Tapi inget !!!!!!!!!!! para pegawai Pusdiklat Bahasa, jangan banyak bergadang, mendingan lihat siaran ulangnya saja. sama kok !!!!!!!!!!! dari pada dimarahi Kabid/Kabag/Kasubbag.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tips mengatasi bangun kesiangan akibat Euro :
    Telpon lah kekantor kemudian katakan “Ban Bocor” “Karburator Mlebek” “Nganter Istri Pasang Kontrasepsi”, “Ketinggalan Jemputan”, Selamat Mencoba.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: